| |
Jakarta Radar Online
Sudah sebulan ini, setiap malam Tatang (50) melaut untuk mencari ikan supaya dapat mencukupi keluarganya. Angin musim barat yang kencang dan gelombang tinggi menjadi sebab penangkapan berkurang, di musim seperti ini tangkapan nelayan tak seberapa banyak. Kerap kali, hasil tangkapan tak menutup modal melaut.
Menurut laporan melalui jaringan sosial (fb), salah satu nelayan yang bernama Tatang, yang sehari-harinya mencari ikan di muara angke. Namun, sejak beberapa bulan tangkapan Tatang kian berkurang menyebabkan ia mengalami kesulitan menghidupi keluarganya.
Saat di mintai keterangan melaluin inbox fb, Tatang mengatakan,” Bersama nelayan lainnya mencari ikan hingga enam mil dari pesisir pantai, namun hasilnya sedikit. Hasil penjualan ikan yang diperoleh selama semalam melaut paling tinggi sebesar Rp 50.000,” ujarnya.
Tatang menerangkan, uang hasil penjualan ikan itu tidak cukup untuk makan sehari, karena digunakan untuk membeli kebutuhan melaut keesokan harinya, seperti untuk membeli bahan bakar mesin perahu, terangnya.
Para nelayan yang bermukim di pesisir pantai muara angke menghadapi kesulitan hidup, karena sejak beberapa bulan terakhir hasil tangkapan mereka menurun drastic, tandasnya (Ranto Manullang/Her)
|
|