| |
Pagaralam,Radar Online
Ratusan warga dari beberapa desa seperti Desa Talang Baru,Desa Talang Merenang,Desa Talang Pagar Agung, Kecamatan Pajar Bulan Kota Pagaralam Sumatera Selatan baru baru ini mendatangi gedung DPRD Kota Pagaralam. Kedatangan ratusan warga desa tersebut dipicu soal sampah yang tidak ditangani serius oleh pemerintah Kota Pagaralam.
” Lokasi tempat pembuangan sampah akhir sudah tidak mampu lagi menampung sampah, faktanya sampah sudah meluber memenuhi bahu jalan. Ini jangan dibiarkan. Tiga tuntutan yang yang kami sampaikan yakni, dilarang membuang sampah dalam badan jalan,tertibkan lokasi pembuangan sampah, dan tolong pikirkan akses jalan masyarakat Padang Karet,” demikian yel-yel warga dalam aksi damai itu.
Menurut Kades Talang Baru, Wiliandi, yang ikut melakukan aksi itu mengatakan, masyarakat sudah sangat resah akibat sampah yang sudah menumpuk sampai ke badan jalan. Anehnya selama dua tahun ini tidak pernah ditanggapi oleh pemerintah setempat.
” Bahkan jalan akses satu satunya milik warga Padang Karet adalah satu satunya akses jalan menuju kota ini yang lebih kurang digunakan sekitar 13 ribu jiwa ini sering rawan kecelakaan,tetapihingga saat ini ditelantarkan belum di perbaiki,” kata Wiliandi.
Pantauan Radar Online, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tampak timbunan sampah yang sudah membludak dan meluber memenuhi bahu jalan dan menutup akses jalan desa Padang Karet. Kondisi tersebut diperparah jika musim hujan, tentu bau busuk akibat sampah sangat mengganggu warga.
Sawaludin Gumay dari LSM Ampuh,ditemui secara terpisah mengaku sangat prihatin atas pembiaran oleh pemkot Pagaralam soal sampah. Apalagi sudah dua tahun sampah itu tidak tertangani secara baik.
” Pemkot Pagaralam harus segera mencari solusi terbaik tentang sampah. Misalnya dengan cara mengolah sampah mengunakan mesin, membangun tempat pembuangan sampah sementara dan tentunya sosialisasi tentang hidup sehat,” kata Sawal. (Rina/Helmi)
|
|