| |
Bogor, Radar Online
Pembangunan Jalan Sentra Padi Sukagalih, di Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Jawa Barat sepanjang 1,5 kilometer, menuai protes dari warga termasuk dari pemerintah desa setempat. Mereka kecewa, pasalnya, pembangunan jalan baru saja selesai dikerjakan,sudah banyak ruas jalan yang ditambal sulam. Beberapa warga menduga, banyaknya tambal sulam,serta pemasangan TPT yang menggunakan sebagian batu bulat merupakan indikasi bahwa pengerjaan pembangunan jalan itu diduga tidak sesuai bestek.
" Kami sudah cukup lama mengharapkan adanya perbaikan jalan ini. Kami tidak ingin jalan ini hanya bagus sebentar saja dan kemudian kembali mengalami kerusakan " jelas warga kepada Radar Online kemarin.
Kepala Desa Sukagalih, Samsudin yang dikonfirmasi terkait pembangunan jalan tersebut menyatakan pihaknya sama sekali belum pernah diberitahukan terkait pembangunan jalan tersebut. Sepanjang proses pengerjaannya juga, kata Samsudin, pihak pemborong maupun instansi pemilik proyek sama sekali belum pernah melakukan kordinasi dengan pihak Pemdes. Padahal lokasi proyek berada di Desa Sukagalih, semestinya ada kordinasi dan komunikasi dengan Pemdes.
" Kalau tidak ada kordinasi, jadinya seperti ini. Ada masalah kita yang ketumpuan,”terang Kades kepada Radar Online kemarin.
Camat Jonggol, Asep Aer Sukmaji yang dikonfirmasi tidak berada dikantornya, bapa lagi ke kabupaten,”kata salah seorang stafnya. Sementara Kasi Produksi “IDA, saat dikonfirmasikan melalui telephon selulernya (HP), mengatakan,”Saya lagi rapat, terimakasih informasinya, nanti kita coba cek kelokasi,”jawabnya singkat.
Informasi yang dihimpun Radar Online di lapangan menyebutkan, pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer itu merupakan program sentra padi Tahun 2011 yang berlokasi, di Kampung Garung, Desa Sukagalih. Proyek itu dikucurkan melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor dengan nilai kontrak sebesar Rp. 656.424.472 .
Pembangunan infrastruktur jalan itu awalnya mendapat sambutan yang cukup positif dari masyarakat. Hal ini dikarenakan kondisi jalan tersebut selama ini sangat sulit dilalui. Padahal, kegunaan jalan tersebut bagi masyarakat setempat sangat vital, khususnya guna mengangkut hasil pertanian. Sayang, belakangan diketahui ternyata proyek jalan itu diduga di bangun asal jadi.(Asep Nasrudin/Jeck)
|
|