| |
Depok, Radaronline
Proyek pembangunan sarana insfrastruktur jalan senilai Rp.6,3 miliar dipenghujung tahun 2011 lalu, tepatnya dijalan raya Meruyung – Cinere Kota Depok menjadi keluhan. Pasalnya sejumlah ruas badan jalan tersebut terlihat banyak kerusakan, sebab baru saja usai dikerjakan. “Ironisnya, pihak pemerintah kota Depok dapat menerima hasil kondisi pekerjaan dilapangan tersebut, kata Waluyo (50) warga setempat, kepada wartawan Kamis (2/2/2012).Menurut Waluyo, rusaknya kondisi jalan ini jelas tidak seharusnya terjadi. Karena jalan tersebut belum lama saja selesai dikerjakan. “Namun anehnya kok kenapa justru kerusakan itu kini sudah mulai terlihat. Kerusakan badan jalan terlihat seperti, rusaknya material beton pada permukaan atas badan jalan. Sehingga, tidak jarang terjadi polusi udara akibat debu material beton yang berterbangan. Lebih dari itu, tingkat kerusakan juga terlihat dengan terdapatnya keretakan, dan menonjolnya hamparan material batu krikil (split), yang terkandung dalam material campuran beton jalan disejumlah titik ruas badan jalan. Sehingga menganggu kenyamanan para pengguna jalan,” tuturnya.
Sama halnya diungkapkan Roni (33) aneh, jalan yang belum lama diperbaiki ini kok, kondisinya sudah mulai terlihat rusak. Padahal, jalan ini belum lama usai dikerjakan. Seharusnya, kondisi jalan yang baru selesai diperbaiki ini kondisinya tidak cepat rusak seperti ini,” ungkapnya.
Roni menegaskan, hasil pekerjaan lapangan yang terkesan dipaksakan oleh pemerintah Kota Depok, walaupun hasil pekerjaan betonisasi jalan tersebut kualitasnya diragukan, tapi diterima oleh Pemkot,” tandasnya.
Sementara ditemapat terpisah, Adi Risdianto selaku Kasi Pembanggunan jalan Bidang Bina Marga membenarkan bahwa terdapatnya kerusakan yang terjadi pada sejumlah titik diruas jalan raya Meruyung – Cinere Depok tersebut. Untuk itu, sejauh ini pihaknya akan lakukan peninjauan lapangan terkait hal itu. “Adi pun mengaku hal itu lantaran sempitnya waktu pelaksanaan, peninjauan lapangan diakhir tutup tahun 2011,” kilahnya.(Maulana Said)
|
|