| |
Batam-Kepri, Radaronline
Kabid Humas Polda Kepri Akbp. Hartono, SH., pada Jum’at (27/1/2012) sekitar pukul 14.00 Wib, diruang kerjanya menerangkan tentang Rapim Polda Kepri beserta jajarannya tahun 2012 sebagai berikut : Bahwa pada hari Kamis tanggal 26 Januari 2012 sampai dengan hari Jum’at tanggal 27 Januari 2012 telah dilaksanakan Rapim Polda Kepri beserta jajarannya Tahun 2012 di Hotel Aston Tanjung Pinang dengan Pimpinan rapat Kapolda Kepri Brigjen Pol Drs. R. Budi Winarso, yang juga dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Kepri, para Kapolres, para Kabag Ops dan para Kasat Intelkam jajaran Polda Kepri.Dalam sambutan pembukaanRapim Polda Kepri yang bertemakan “Melalui Rapim Polda Kepri 2012 mari kita lanjutkan Reformasi Birokrasi Polri untuk tegaknya hukum terciptanya Kamtibmas yang kondusif dalam rangka mewujudkan pembangunan di wilayah Kepri “Kapolda Kepri menyadari bahwa masih ada kelemahan dan kekurangan pencapaian kinerja Polda Kepri termasuk dalam upaya membangun keprcayaan Masyarakat guna terwujudnya PARTNERSHIP BUILDING.
Pada tahun 2012 ini pemerintah telah menyusun program pembangunan Nasional dengan tema percepatan dan perluasan ekonomi yang berkualitas, Inklusif, dan Berkeadilan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Pemerintah juga tengah melaksanakan program Reformasi Birokrasi Gelombang II Tahun 2010 – 2014 dengan rencana aksi program dan kegiatan yang ditentukan oleh Tim Reformasi Birokrasi Nasional sesuai dengan Per-Menpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010. Adapun sasaran Reformasi Birokrasi Gelombang II adalah terwujudnya penguatan Birokrasi Pemerintah dalam rangka Pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, meningkatnya kualitas pelayanan Publik kepada masyarakat, serta meningkatnya kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi.
Selanjutnya Polri telah menyusun ROADMAPRBP Gelombang II Tahun 2011 – 2014, dengan 9 (sembilan) program dijabarkan ke dalam 31 Kegiatan dan 171 rencana aksi, pada prinsipnya Implementasi Reformasi Birokrasi Polri Terletak kepada upaya untuk mewujudkan CIVILIAN POLICE baik pada aspek struktural, Instrumental, maupun Kultural. Reformasi kultural sangat penting mengingat jiwa Reformasi Birokrasi adalah perubahan kultur dan peningkatan kinerja serta telah dilaksanakan melalui program perubahan Mind set dan Culture Set.
Tahun 2011 Polda Kepri dan jajarannya telah melakukan berbagai peningkatan di bidang pelayanan Kepolisian, baik bidang operasional maupun pembinaan. Namun demikian masih terdapat tuntutan dan harapan masyarakat yang perlu mendapat perhatian kita bersama, seperti : Pertama, Peningkatan kinerja dan Akuntabilitas, khususnya pada pelaksanaan tugas Kepolisian diwilayah terpencil, perbatasan dan pulau–pulau terluar berpenghuni termasuk wilayah perairan.; Kedua, Responsifitas Polda Kepri dan jajaran dalam memberikan pelayanan, pelindungan dan bantuan pertolongan kepada masyarakat dalam rangka Harkamtibmas.
Ketiga, Polda Kepri dan jajaran mampu memberikan pelayanan yang prima, tidak mempersulit, cepat, mudah Transparan dan tuntas dalam menyelesaikan masalah.; Keempat, Frekuensi kehadiran Polda Kepri ditengah Masyarakat dalam memberikan rasa aman dan tentram serta kemudahan akses informasi publik tentang pelayanan Kepolisian.; Kelima, Penegakan hukum menjadi lebih tegas, tidak diskriminatif, memenuhi rasa keadilan masyarakat, trnsparan dalam proses penyidikan perkara, dan adanya kepastian hukum bagi para pencari keadilan.;
Keenam, Kapabilitas peran fungsi Intelijen Kepolisian yang lebih mampu menjadi pengindera dini dan pencagah efektif setiap gangguan keamanan dan ketertiban maasyarakat.; Ketujuh, Keterbukaan dan pertanggung jawaban etika profesi Kepolisian atas setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan.; Kedelapan, Tindakan hukum yang dilakukan Polda Kepri dalam menangani unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa, dilaksanakan secara terukur, menghindari tindakan kekerasan, dengan tetap memperhatikan hak asasi manusia.; Dan Kesembilan, Postur Polda Kepri yang bersih, mandiri dan Profesional dengan penampilan yang humanis namun tegas. (Tom/Nora)
|
|