| |
Sambas- Radar Online
Sulitnya memperoleh pupuk, khususnya jenis urea, di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat menjadi persoalan tersendiri yang harus segera ditangani. Akibatnya tidak jarang para distributor menjadi bulan-bulanan petani karena tidak kebagian jatah pupuk bersubsidi.
Beberapa petani sehubungan kelangkaan pupuk jenis urea kepada Radar Online saat dihubungi di beberapa wilayah seperti di daerah Sejakung dan daerah Tebas, mengaku sudah dua tahun terkahir ini tidak memberikan pupuk secara optimal kepada lahan sawah miliknya. Karena sekarang membeli pupuk harus dijatah. Setiap petani paling hanya kebagian sekarung dan bahkan kurang dari itu.
“ Sudah hampir dua tahun ini pupuk langka, akibatnya berimbas kepada hasil produksi dan ini dampaknya sangat dirasakan petani,” kata Sawaludin seorang petani jeruk, mengeluhkan.
Dikatakan Sawaludin, sulitnya mendapat pupuk tidak boleh dibiarkan berlarut, karena dampaknya sangat dirasakan oleh petani. Tanaman yang dipupuk dengan yang tidak, tampak jelas sekali perbedaan pertumbuhannya.
“ Misalnya jeruk, jika dipupuk secara terartur maka buah yang dihasilkan relatif lebih besar dibandingkan apabila dibiarkan begitu saja. Sementara harga buah jeruk tergantung pada ukuran,begitu juga dengan tanaman padi” ujar Sawaludin.
Ditempat terpisah, Dede Selamet SH, salah satu penyalur pupuk di Kabupaten Sambas untuk wilayah pesisir, seperti dikutip sejumlah media menjelaskan bahwa qouta urea yang dialokasikan untuk daerah ini tidak sebanding dengan petani. Karena itu, tidak heran apabila selalu ada petani yang mengeluhkan karena tak kebagian atau hanya mendapat secuil dari setiap pendistribusian pupuk dilakukan.
“ Pemkab Sambas hendaknya ikut mendukung pengusulan penambahan jatah urea bersubdisi untuk wilayah Kabupaten Sambas. Jika qoutanya cukup, tinggal pengawasan distribusinya yang ditingkatkan,” demikian Dede.(Uds/Asp.N)
|
|