Internasional | Iklan Baris | Lintas Daerah | Kesehatan | Dunia Teknologi | Dunia Selebritis | Jurnalis | Kirim Artikel | Kontak | Advertorial
join with facebook grup radaronline.co.id
follow radaronline on twitter
radar online, 21/05/12
redaksi
indeks
CARI
RSS
 Jejaring Sosial Berdampak Negatif Bagi Remaja
Jejaring Sosial Berdampak Negatif Bagi Remaja
Jakarta, Radar Online Salah satu p...
Mardigu WP: Tehnik Dasar Pembuatan Bom
Mardigu WP: Tehnik Dasar Pembuatan Bom
Jakarta, Radaronline Bom bunuh dir...
Valentino Rossi akan Pensiun
Valentino Rossi akan Pensiun
Roma, Radar Online Sebuah media Te...
Coba Dech….Lada Hitam Perkuat Kejantanan Pria.
Coba Dech….Lada Hitam Perkuat Kejantanan Pria.
Jakarta,Radar Online Kejantanan pr...
Optik Melawai
Berita Terbaru
 
Humaniora :: Senin, 21/05/2012 [07:33:41]
Pengacara Ternama, Hotman Paris Hutapea
Ultah Putri Berikan Mobil Bentley Seharga 9 Millya
Jakarta, Radar Online Demi sang buah hati, pengacara ternama Hotman Paris Hutapea Memberikan mobil mewah untuk putrinya...
 
Belum Ada Yang Pantas Jadi Presiden 2014
Tak Punya Niat, Menjadi Bakal Capres 2014
PD Memiliki Banyak Nama Untuk Menjadi Capres 2014
Nasi Goreng Nanas Rasanya Gurih -Gurih Asam
Angkot Bodong Gentayangan DiSukabumi
 
Foods and Travel
 
Wahana Baru Wisata di Lereng Merapi
Wahana Baru Wisata di Lereng Merapi Sleman, Radar Online Hikmah dibalik bencana Merapi beberapa waktu lalu, korban Merapi di Kaliurang,...
 
Kota Hiburan Paling Top di Dunia
Dimenangkan Bambang dan Nila Sabet
Keindahan Pintu Langit China
Mengenal Lebih Dekat Air Terjun Sipiso-piso
Objek Wisata Rindu Alam
Posting Berita
Radar Online
 
 
     
 
radaronline.co.id Lintas Daerah berita
 
     
 
 
     
 
Senin, 30/01/2012 [10:49:10]
 
  Di Kab Sambas Kalbar  
  Distributor Pupuk Jadi Bulan Bulanan Petani  
  [Pontianak]  
     
  Sambas- Radar Online
Sulitnya memperoleh pupuk, khususnya jenis urea, di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat menjadi persoalan tersendiri yang harus segera ditangani. Akibatnya tidak jarang para distributor menjadi bulan-bulanan petani karena tidak kebagian jatah pupuk bersubsidi.

Beberapa petani sehubungan kelangkaan pupuk jenis urea kepada Radar Online saat dihubungi di beberapa wilayah seperti di daerah Sejakung dan daerah Tebas, mengaku sudah dua tahun terkahir ini tidak memberikan pupuk secara optimal kepada lahan sawah miliknya. Karena sekarang membeli pupuk harus dijatah. Setiap petani paling hanya kebagian sekarung dan bahkan kurang dari itu.

“ Sudah hampir dua tahun ini pupuk langka, akibatnya berimbas kepada hasil produksi dan ini dampaknya sangat dirasakan petani,” kata Sawaludin seorang petani jeruk, mengeluhkan.

Dikatakan Sawaludin, sulitnya mendapat pupuk tidak boleh dibiarkan berlarut, karena dampaknya sangat dirasakan oleh petani. Tanaman yang dipupuk dengan yang tidak, tampak jelas sekali perbedaan pertumbuhannya.

“ Misalnya jeruk, jika dipupuk secara terartur maka buah yang dihasilkan relatif lebih besar dibandingkan apabila dibiarkan begitu saja. Sementara harga buah jeruk tergantung pada ukuran,begitu juga dengan tanaman padi” ujar Sawaludin.

Ditempat terpisah, Dede Selamet SH, salah satu penyalur pupuk di Kabupaten Sambas untuk wilayah pesisir, seperti dikutip sejumlah media menjelaskan bahwa qouta urea yang dialokasikan untuk daerah ini tidak sebanding dengan petani. Karena itu, tidak heran apabila selalu ada petani yang mengeluhkan karena tak kebagian atau hanya mendapat secuil dari setiap pendistribusian pupuk dilakukan.

“ Pemkab Sambas hendaknya ikut mendukung pengusulan penambahan jatah urea bersubdisi untuk wilayah Kabupaten Sambas. Jika qoutanya cukup, tinggal pengawasan distribusinya yang ditingkatkan,” demikian Dede.(Uds/Asp.N)


 
     
     
 
mark-it indonesia
 
Event dan Seminar
 
Mozilla Firefox
Biro dan Jurnalis
Lowongan Biro RadarOnline
 
Redaksi Radar Online
© 2011 radaronline.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini.