Internasional | Iklan Baris | Lintas Daerah | Kesehatan | Dunia Teknologi | Dunia Selebritis | Jurnalis | Kirim Artikel | Kontak | Advertorial
join with facebook grup radaronline.co.id
follow radaronline on twitter
radar online, 21/05/12
redaksi
indeks
CARI
RSS
Kejari Banjir Kecaman
Kejari Banjir Kecaman
Surabaya, Radar Online Hingga mema...
DiSingkawang Maling Gasak Laptop &HP
DiSingkawang Maling Gasak Laptop &HP
Singkawang, Radar Online Rumah Alp...
Membakar Lemak Sebelum Atau Setelah Olahraga.
Membakar Lemak Sebelum Atau Setelah Olahraga.
Jakarta, Radar Online Makan atau t...
Ciri Teman Yang Sebaiknya Dijauhi
Ciri Teman Yang Sebaiknya Dijauhi
Jakarta, Radaronline Teman yang ba...
Optik Melawai
Berita Terbaru
 
Pemerintahan :: Minggu, 20/05/2012 [14:44:52]
Staf Khusus Presiden :
Belum Ada Yang Pantas Jadi Presiden 2014
Belum Ada Yang Pantas Jadi Presiden 2014 Jakarta, Radar Online Staf Khusus Presiden Bidang Informasi Heru lelono menilai disebut-sebutnya n...
 
Tak Punya Niat, Menjadi Bakal Capres 2014
PD Memiliki Banyak Nama Untuk Menjadi Capres 2014
Nasi Goreng Nanas Rasanya Gurih -Gurih Asam
Angkot Bodong Gentayangan DiSukabumi
Jabar Pemasok Daging Ayam Terbesar Ke Daerah Lain
 
Foods and Travel
 
Wahana Baru Wisata di Lereng Merapi
Wahana Baru Wisata di Lereng Merapi Sleman, Radar Online Hikmah dibalik bencana Merapi beberapa waktu lalu, korban Merapi di Kaliurang,...
 
Kota Hiburan Paling Top di Dunia
Dimenangkan Bambang dan Nila Sabet
Keindahan Pintu Langit China
Mengenal Lebih Dekat Air Terjun Sipiso-piso
Objek Wisata Rindu Alam
Posting Berita
Radar Online
 
 
     
 
radaronline.co.id Lintas Daerah berita
 
     
 
 
     
 
Sabtu, 24/12/2011 [06:53:16]
 
  Kajari Surabaya 'Somasi' Otak Pelarian CPNS  
  Elizabeth: Dibantu Hartoyo dan Rasiyo  
  [Surabaya]  
     
  Keterangan Gambar : Elizabeth Susanti, tersangka kasus penipuan CPNS di Surabaya.  
  Surabaya, Radar Online
Setelah tertangkap di Jakarta Elizabeth Susanti alias Santi (37) warga Jl Mojo Kalanggru Wetan II No 37 Surabaya, langsung diperiksa oleh Polrestabes Surabaya. Terdakwa kasus penipuan CPNS ini diperiksa secara meraton, Kamis (22/12) kemarin. Setelah diperiksa secara tertutup di ruang Unit Jatanum Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya Santi di bawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya untuk pelimpahan berkas tahap dua dalam perkara yang sama, penipuan CPNS.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan di Polrestabes diperoleh keterangan bahwa elizabeth mengaku dalang kabur dirinya adalah Hartoyo ketua OKK Partai Demokrat DPD Jawa Timur yang tak lain mantan suaminya sendiri. Ia juga membantah kasus penipuan CPNS tidak ada kaitannya dengan Anas Urbaningrum, Ketua DPP Partai Demokrat dan Nazarudin, mantan bendahara DPP Partai Demokrat. Selain memeriksa Santi, polisi juga memeriksa Burhan Hasibuan selaku pengacara Elizabeth. Burhan diperiksa lantaran diduga terlibat dalam kaburnya kliennya dari Kejari Surabaya beberapa waktu lalu.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung mengungkapkan dari hasil pemeriksaan Elizabeth terungkap bahwa Elizabeth berhasil kabur dengan bantuan seseorang dengan mengendarai motor. Selanjutnya Elizabeth bersama Hartoyo mantan suaminya pergi ke Sidoarjo lalu ke Trawas Mojokerto sebelum akhirnya terbang ke Jakarta. “Kaburnya tahanan Elizabeth tidak mungkin dilakukakan sendiri, berdasarkan keterangan di kabut atas bantuan seseorang yang diduga bernama Hartoyo,” ungkapnya.

Di Kejari Surabaya Elizabeth diperiksa atas perkara ke empat dengan kasus penipuan CPNS. Dalam pemeriksaannya lagi-lagi ia mengaku tidak hanya di bantu oleh Hartoyo dalam proses pelariannya. Menurutnya, dirinya kabur atas bantuan Rasiyo Sekretaris Provinsi Jawa Timur.

“Dalang kaburnya saya dibantu oleh Hartoyo Ketua OKK Partai Demokrat DPD Jawa Timur dan Rasiyo Sekda Prov Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, ia bekerja sama dengan Hartoyo dan Rasiyo dalam melakukan penipuan CPNS. Bahkan kerugian semua korban yang mencapai Rp 10 miliar ia setorkan kepada mereka berdua. “Uang 10 miliar dari hasil menipu saya setorkan ke Hartoyo dan Rasiyo,” imbuh Elizabeth.

Sementara itu, Mukri Ketua Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepolisian Polrestabes Surabaya. Karena berkat kerja kerasnya Elizabeth berhasil ditangkap. “Saya mengucapkan terima kasih yang banyak kepada polisi dari Polrestabes yang sudah menangkap Elizabeth,” terangnya saat ditemui di Kejari Surabaya kemarin.

Atas insiden larinya Elizabeth, Mukri akan memperketat pengamanan di Kejari. Hal itu Ia lakukan dengan membatasi jumlah pengunjung saat pelimpahan berkas ke dua. “Biasanya keluarga terdakwa banyak yang ikut saat pelimpahan tahan ke dua, keluarga yang ikut tidak diperbolehkan lagi masuk ruang pemeriksaan kecuali petugas dan jaksa,” terangnya.

Disamping itu, Mukri menilai pelarian Elizabeth murni kelalaian petugas. Karena itu, Ia tidak mau menyalahkan dan saling melempar tanggung jawab antara kepolisian dan jaksa. Meski begitu dirinya meminta kepada penyidik untuk menindak tegas dalang dari pelarian Elizabeth, “kalau larinya Elizabeth ada dalang, saya minta kepada penyidik Polrestabes untuk menindak tegas,” katanya. (Harifin)


 
     
     
 
mark-it indonesia
 
Event dan Seminar
 
Mozilla Firefox
Biro dan Jurnalis
Lowongan Biro RadarOnline
 
Redaksi Radar Online
© 2011 radaronline.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini.